Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia (STT JKI) Salatiga
Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia (STT JKI) Salatiga lahir dari pergumulan dan visi para pemimpin Gereja Jemaat Kristus Indonesia (GJKI) dalam mempersiapkan tenaga pelayan Tuhan yang berkualitas. Berdasarkan Statuta STT JKI, gagasan pendirian lembaga pendidikan teologi ini mulai dirumuskan dalam rapat pengurus BAKERSA (yang sekarang dikenal sebagai LEMKERSA) pada tanggal 18 Juni 1984.
Keputusan tersebut kemudian direalisasikan pada tanggal 26 Juni 1984, yang sekaligus menjadi tanggal resmi berdirinya STT Jemaat Kristus Indonesia di Salatiga. Pendirian ini diperkuat melalui Akta Notaris Nomor 04 tanggal 26 Juni 1984.
STT Jemaat Kristus Indonesia didirikan sebagai wadah pendidikan tinggi teologi yang berada dalam lingkup pelayanan Gereja Jemaat Kristus Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk mempersiapkan dan membentuk para calon pelayan gereja, pemimpin rohani, serta penginjil yang mampu melayani secara kontekstual sesuai dengan kebutuhan gereja dan masyarakat.
Dalam penyelenggaraannya, STT JKI berada di bawah naungan Yayasan Lembaga Kerja Sama (LEMKERSA) Gereja Jemaat Kristus Indonesia Jawa Tengah, yang mendapat mandat langsung dari Pengurus Pusat Gereja Jemaat Kristus Indonesia.
Sejak awal berdirinya, STT JKI memiliki tugas pokok untuk melatih dan memuridkan para pelayan Tuhan, khususnya dalam bidang perintisan jemaat baru. Dalam menjalankan tugas tersebut, STT JKI mengintegrasikan empat dimensi pelayanan gereja, yaitu:
- Koinonia (persekutuan)
- Marturia/Kerygma (kesaksian/pemberitaan Injil)
- Diakonia (pelayanan sosial)
- Didakhe (pengajaran)
Seiring perkembangannya, STT JKI terus berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan teologi yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, spiritualitas, dan kesiapan pelayanan secara praktis. Hal ini tercermin dalam nilai inti yang diusung, yaitu SIAP (Suci, Iman, Akademis, dan Praktis) sebagai dasar pembinaan seluruh civitas akademika.
Dengan landasan sejarah tersebut, STT Jemaat Kristus Indonesia Salatiga terus berkembang sebagai lembaga pendidikan teologi yang berorientasi pada pelayanan gereja, misi, dan pengabdian kepada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.